Jurnal Refleksi Pendidikan Vol. 5, No. 2, Th. 2019

Jurnal Refleksi Pendidikan Vol. 5, No. 2, Th. 2019

File PDF jurnal lengkap dapat dilihat di akhir artikel.

----------

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI PERKEMBANGAN ISLAM DI DUNIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) PADA SISWA KELAS XII IPS.1 SMAN 3 BENGKALIS SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2017/2018  

Dra MURTINI
SMA Negeri 3 Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XII. IPS 1 SMAN 3 Bengkalis pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Talk Write (TTW). Penelitanini merupakan penelitian tindakan kjelas yaang dilakukan dalam dua siklus. Setiap sikjlus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) ini dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas XII IPS 1 semester genap SMAN 1 Bengkalis Tahun Pelajaran 2017/2018. Hal ini terbukti diketahui bahwa Pada kondisi awal nilai rata-rata kelas mencapai 73,17 dengan ketuntasan 61% pada KKM 76. Pada siklus I nilai rata-rata kelas mencapai 74,39 dengan ketuntasan 73% pada KKM 76. Pada siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 85,2 dengan ketuntasan 89% pada KKM 76.

Kata kunci: Pendidikan Agama Islam, pembelajaran kooperatif, tipe Think-Talk Write

----------

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR LISTENING TEKS PROCEDURE MELALUI PEMANFAATAN MEDIA PICTURE SERIES PADA SISWA KELAS IX F SMP NEGERI 1 SUKOMORO SEMESTER SATU TAHUN PELAJARAN 2018/2019 

NINIK SETIYANI, S.Pd., M.Si.
SMP Negeri 1 Sukomoro, Kabupaten Magetan

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan aktivitas dan hasil belajar listening teks procedure melalui pemnafaatan media picture series pada siswa kelas IX F SMP Negeri 1 Sukomoro Semester Satu Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis rancangan penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Keberhasilan pemberian tindakan dapat dilihat dari peningkatan aktivitas dan hasil belajar tiap siklus. Penelitian terdiri atas lebih dari satu siklus, tergantung permasalahan atau hambatan yang ditemukan selama penelitian. Dari hasil dan diskusi hasil kajian ditemukan fakta bahwa pada siklus 1, aktivitas belajar siswa berjalan cukup baik atau mencapai rata-rata 57% , dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada siklus 2 yaitu aktivitas belajar siswa berjalan dengan sangat baik atau mencapai rata-rata 87%. Dari hasil belajar siswa ditemukan fakta pada siklus 1 dari 21 siswa yang mengikuti tes formatif ada 10 siswa yang tuntas dan 11 siswa yang tidak tuntas, atau mencapai 48% ketuntasan klasikal. Kenyataan tersebut diperbaiki pada siklus kedua, dari 21 siswa ada 19 siswa yang tuntas dan hanya 2 siswa saja yang tidak tuntas, atau mencapai 90% ketuntasan klasikal. Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan media Picture Series dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran listening teks procedure pada kelas IX F SMP Negeri 1 Sukomoro semester satu tahun pelajaran 2018/2019.

Kata kunci: aktivitas, hasil belajar, listening, teks procedure, media picture series 

----------

PENINGKATKAN HASIL BELAJAR LONCAT KATAK (KIDS ATHLETIC) MELALUI PENERAPAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV SDN TAMBAKREJO MAGETAN SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2016/2017 

SUYANA, S.Pd.
SD Negeri Tambakrejo, Kec. Magetan Kab. Magetan

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar loncat katak pada siswa kelas IV SD Negeri Tambakrejo tahun ajaran 2016/2017 melalui penerapan alat bantu pembelajaran (kardus, ban bekas, karet gelang). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Tambakrejo tahun ajaran 2016/2017 berjumlah 18 orang yang terbagi atas 10 siswa putra dan 8 siswa putri. Teknik pengumpulan data adalah melalui tes dan pengukuran kemampuan gerak dasar loncat katak dan observasi dari proses kegiatan pembelajaran. Analisis data menggunakan teknik deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif. Dari hasil analisis hasil pembelajaran Penjaskes tentang lompat katak di Kelas IV yang jumlah siswanya 18 anak diperoleh data sebagai berikut. Prasiklus, nilai rata-rata kelas mencapai 63,89 dengan ketuntasan 46% (8 dari 18 siswa). Pada siklus I, nilai rata-rata kelas mencapai 75 dengan ketuntasan 83% (15 dari 18 siswa). Pada siklus III, nilai rata-rata kelas mencapai 87,78 dengan ketuntasan 94% (17dari 18 siswa)

Kata kunci: hasil belajar loncat katak, alat bantu pembelajaran, (kardus, ban bekas, karet gelang) 

----------

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA CARA-CARA MENGHADAPI BENCANA ALAM DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK PADA SISWA KELAS VI SDN GONGGANG 4 KECAMATAN PONCOL KABUPATEN MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2018/ 2019 

SIGIT WAHYUDI, S.Pd.
SDN Gonggang 4, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Gonggang 4 Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan pada materi bencana alam tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), Tujuan utama dari penelitian tindakan ini adalah meningkatkan hasil pembelajaran di kelas dimana guru secara penuh terlibat dalam penelitian mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menun jukkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran talking stick memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I nilai rata-rata mencapai 62,7 dengan ketuntasan 47%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata mencapai 77 dengan ketuntasan 87% pada KKM 65. 

----------

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING 

SUJARWA, S.Pd., M.M.Pd.
SMP Negeri 2 Karangrejo, Kabupaten Magetan

Abstrak: Tujuan penelitian adalah meningkatkan keaktifan belajar dan meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII H SMP Negeri 2 Karangrejo, Kabupaten Magetan, semester genap tahun pelajaran 2017/2018 menulis teks berita. Penelitian ini penelitian tindakan kelas, terdiri atas dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setiap siklus dua kali pertemuan. Tempat penelitian di kelas VIII H, SMP Negeri 2 Karangrejo, Kabupaten Magetan, semester genap tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian adalah model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dan dapat meningkatkan kemampuan siswa menulis teks berita. Keaktifan belajar siswa meningkat yaitu pada penelitian kondisi awal 44%, siklus I adalah 78%, siklus II adalah 93%. Siswa tuntas belajar meningkat yaitu pada penelitian kondisi awal 22%, siklus I adalah 70%, siklus II adalah 96%. Nilai rata-rata kelas meningkat yaitu pada penelitian kondisi awal 53, siklus I menjadi 75, siklus II menjadi 88. Peningkatan signifikan tersebut efek diterapkan model pembelajaran Quantum Teaching pada pembelajaran menulis teks berita yang memadukan langkah-langkah menulis teks berita dengan langkah-langkah model pembelajaran Quantum Teaching.

Kata Kunci: kemampuan menulis teks berita, pembelajaran quantum teaching 

----------

PERANAN ORANG TUA DALAM MENGATASI ANAK TANTRUM (LEDAKAN EMOSI) ANAK DI TK RIA SUMBER AGUNG KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN 

SUPENI, S.Pd.
TK Ria Sumber Agung, Kec. Plaosan, Kab. Magetan

Abstrak: Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskrisikan peran orang tua dalam mengatasi anak tantrum. Bukan suatu hal yang aneh jika secara tibatiba anak menuntut segala sesuatu kepada ibunya. Pada umumnya, keadaan seperti ini dianggap biasa, karena anak belum tahu. Perilaku ini biasanya terjadi karena beberapa hal, yaitu saat anak terlalu antusias melakukan sesuatu sementara fisiknya belum mampu melakukan hal itu dengan baik sehingga menyebabkannya frustasi, atau anak menginginkan sesuatu yang ditolak oleh orangtuanya, atau anak ditekan oleh orangtuanya untuk menunjukkan sikap yang tidak disukainya. Hal yang paling penting dalam kondisi seperti ini adalah bagaimana kemampuan orangtua mengendalikan dirinya sendiri. Teori yang sangat berguna dalam kondisi seperti ini adalah menarik nafas panjang untuk menghindari ledakan kemarahan sendiri. Cobalah untuk berbicara kepada anak dengan nada halus dan tegas, agar anak tahu bahwa kita sangat serius menanggapi masalahnya.

Kata Kunci: peranan orang tua, tantrum (ledakan emosi) 

----------

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MENGANALISIS PELAKSANAAN SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA INDONESIA MELALUI TEKNIK ROLE PLAY SISWA KELAS XII IPA-1 SMA NEGERI 1 DOLOPO KABUPATEN MADIUN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 

ELMI NURHAYATI, S.Pd.
SMA Negeri 1 Dolopo, Kabupaten Madiun

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar menganalisis pelaksanaan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Melalui Teknik Role Play Siswa Kelas XII-IPA 1 SMAN 1 Dolopo Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai ratarata pada siklus I 6,4 dalam hal ini masuk pada katagori cukup dan mendekati cukup, pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 7,8 masuk pada katagori lebih dari cukup dan mendekati baik, dan pada siklus ketiga diperoleh nilai rata-rata 9,2 masuk dalam katagori baik sekali. Mengacu pada hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini maka dapat disimpulkan bahwa: Ada Peningkatan Prestasi Belajar Menganalisis Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Melalui Teknik Role Play Siswa Kelas XII IPA-1 SMAN 1 Dolopo Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019.

Kata Kunci: Menganalisis Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia, Teknik Role Play 

----------

PERILAKU ORANG TUA DAN GURU YANG MERASA DIRINYA PALING BENAR TERHADAP KARAKTER ANAK DI TK DHARMA WANITA KEDUNGGOWO KECAMATAN SUKOMORO, KABUPATEN MAGETAN 

WARSINI, S.Pd.
TK Dharma Wanita Kedunggowo, Sukomoro, Kabupaten Magetan

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang dampak orang tua yang merasa dirinya paling benar terhadap kepribadian anak di TK Dharma Wanita, Desa Kedunggowo, Kec Sukomoro, Kab. Magetan. penelitian ini dilaksanakan di TK TK Dharma Wanita, Desa Kedunggowo, Kec Sukomoro, Kab Magetan dengan jumlah 30 siswa yaitu 15 anak laki-laki dan 15 anak perempuan. Pada masa ini anak akan meniru orang tua atau Gurunya, anak akan bersikap sesuai dengan apa yang telah diajarkan orangtua atau gurunya. Jika terjadi kekeliruan kecil dalam kita mendidik maka akan berdampak kepada perilaku atau sikap anak ketika sudah besar atau dewasa nanti. Karena perkembangan pada masa ini akan mempengaruhi atau menentukan masa selanjutnya. Dalam mendidik anak kita tidak boleh mengajarkan kepada anak untuk melemparkan kesalahan pada orang atau benda lain, sehingga dia tidak pernah merasa bersalah. Hingga setiap kali mengalami kesalahan atau peristiwa tidak mengenakkan maka ia tidak akan bisa mengevaluasi kekurangannya, karena hanya terbiasa menimpakan kekeliruan pada orang lain atau benda lain. Orang tua atau guru yang bersikap seperti itu tidaklah mendidik anak untuk mengevaluasi diri. Maka perlu sekali teladan orang tua atau guru untuk bersikap dan berperilaku yang baik dalam mendidik anak. Agar pada diri anak tertanam pribadi yang baik pula.

Kata kunci: perilaku, merasa paling benar, karakter 

----------

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENGANALISIS SIFAT LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NON ELEKTROLIT BERDASARKAN DAYA HANTAR LISTRIKNYA DENGAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN KONSEP PADA SISWA KELAS X-MIPA 3 SMA NEGERI 1 DOLOPO KABUPATEN MADIUN TAHUN PELAJARAN 2017/2018 

BINTI SALACHIYAH, S.Pd., M.Si.
SMA Negeri 1 Dolopo, Kabupaten Madiun

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar menganalisis sifat larutan elektrolit dan larutan non elektrolit berdasarkan daya hantar listriknya dengan metode pembelajaran penemuan konsep pada siswa kelas X-MIPA 3 SMA Negeri 1 Dolopo Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas, dengan tahap pelaksanaan penelitian yang terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (obseving), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu mengunakan rumus mean atau rata-rata. Pada siklus I nilai rata-rata siswa baru mencapai 60,34 dengan tingkat ketuntasan 31,8% pada KKM 70. Pada siklus II nilai ratarata siswa baru mencapai 75,45 dengan tingkat ketuntasan 77,27% pada KKM 70. Pada siklus III nilai rata-rata siswa baru mencapai 78,1 dengan tingkat ketuntasan 100% pada KKM 70. Mengacu pada hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini maka dapat disimpulkan ada peningkatan ketuntasan prestasi belajar mata pelajaran Kimia pada standar kompetensi Menganalisis Sifat Larutan Elektrolit dan Larutan non Elektrolit Berdasarkan Daya Hantar Listriknya pada Siswa Kelas X-MIPA 3 SMA Negeri 1 Dolopo Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018.

Kata Kunci: sifat larutan elektrolit dan larutan non elektrolit berdasarkan daya hantar listriknya, metode penemuan konsep 

----------

EFEKTIVITAS METODE CIRC DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MATERI WHAT TIME IS IT SISWA KELAS VII A MTSN KARANGMOJO I SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2016/2017 

SETIYO NUHARI, S.Pd.
MTs Negeri Karangmojo I, Kabupaten Magetan

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compotition) secara efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pelajaran bahasa Inggris materi what time is it pada siswa kelas VII A semester ganjil MTsN Karangmojo I tahun pelajaran 2016/2017. Desain tindakan menggunakan model spiral yaitu dari siklus yang satu ke siklus yang lain. Setiap siklus meliputi menentukan permasalahan, perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Adapun hasil penelitian dan pembahasan diperoleh data dari 4 aspek aktivitas belajar siswa siklus I rata-rata: 51,24% kategori “rendah”dengan tingkat aktivitas kurang baik,naik siklus II rata-rata:61,66% kategori ”sedang” dengan tingkat aktivitas cukup baik, dan siklus III rata-rata:74,99% kategori ”tinggi” dengan tingkat aktivitas baik. Pada siklus I pretes 66,22,dan pos tes 71,49, rata-rata kelas 67,86.Pada siklus I baik pos tes maupun nilai kelas belum mencapai SKM. Ketuntasan belajar dari 36 siswa yang ikut pos tes hanya 11 siswa yang tuntas atau 30,55%. Pada siklus II pre tes 66,89 dan 74,44 pos tes,nilai rata-rata kelas 71,66, Sedangkan ketuntasan belajar mencapai 20 siswa atau 66,66% masih jauh dari indikator yang ditetapkan,yakni 85% siswa tuntas. Pada siklus III,nilai pre tes naik 72,22 dan postes 80,72,dengan ratarata kelas 76,47.Ketuntasan belajar mencapai 30 siswa dari 36 siswa atau 91,66%.

Kata Kunci: efektif, aktivitas, prestasi belajar, CIRC 

----------

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG RELASI DAN FUNGSI DALAM MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL SAVI DI KELAS VIII.C SMP NEGERI 2 SUMBERREJO KABUPATEN BOJONEGORO SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2018/2019

SITI PATONAH, S.Pd.
SMP Negeri 2 Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan penggunaan model belajar SAVI dapat meningkatkan prestasi dan memahami relasi dan fungsi pada pelajaran Matematika kelas VIII.C SMP Negeri 2 Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro tahun pelajaran 2018/2019. Model belajar SAVI adalah penggubah belajar yang meriah dengan segala nuansanya, SAVI berfokus pada hubungan dinamika dalam gerak fisik dengan aktivitas intelektual-interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar. SAVI adalah ilmu pengetahuan dan metodologi yang menggabungkan gerak fisik dengan aitivitas intelektual dan penggunan semua indra dapat berpengaruh besar pada pembelajaran. SAVI berdasarkan pada pokok bahasan ini: Belajar itu mengajak orang terlibat sepenuhnya, mengenai SAVI dan maknanya: Somatis (belajar dengan bergerak dan berbuat), Auditor (belajar dengan berbicara dan mendengar), Visual (belajar dengan mengamati dan menggambarkan) dan Intelektual (belajar dengan memecahkan masalah dan merenung). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada kelas VIII.C di SMP Negeri 2 Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro yang terdiri dari 28 siswa. Peneliti adalah guru Matematika yang mengajar di SMP Negeri 2 Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Sedangkan penelitian ini dimulai pada bulan Agustus sampai bulan September tahun 2018 pada semester I. Hasil belajar siswa kelas VIII.C setelah menerapkan model belajar SAVI dapat diperoleh sebelum siklus adalah: 60,7, siklus 1 adalah: 67,8 dan siklus 2 adalah: 87,1 (baik). Dan dapat disimpulkan bahwa penggunaan model belajar SAVI dapat meningkatkan prestasi dan memahami relasi dan fungsi pada pelajaran Matematika kelas VIII.C SMP Negeri 2 Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro tahun pelajaran 2018/2019.

Kata Kunci: prestasi belajar, relasi dan fungsi, model SAVI 

----------

MENINGKATKAN KARAKTER DISIPLIN ANAK MELALUI KEGIATAN PEMBERIAN IMBALAN DAN HUKUMAN PADA ANAK DIDIK TK DHARMA WANITA BIBIS KECAMATAN SUKOMORO KABUPATEN MAGETAN 

SRI MULYANI, S.Pd.
TK Dharma Wanita Bibis, Kec. Sukomoro, Kab. Magetan

Abstrak: Tujuan penulisan artikel ini adalah mendiskripsikan tentang pemberian imbalan dan hukuman untuk meningkatkan kedisiplinan anak di TK Dharma Wanita, Kec Sukomoro, Kab. Magetan. Imbalan dan hukuman diterapkan orangtua atau pendidik merupakan cara yang efektif untuk mendidik anak dalam mendisiplinkan anak. Dengan pendekatan yang positif, orangtua lebih memandang anak sebagai teman daripada lawan. Sehingga anakpun akan merasa bahwa orangtua adalah sebagai tempat atau wadah mencurahkan segala isi hatinya serta kesulitan yang dihadapi, bukan sebagai orang yang ditakuti. Namun orangtua juga perlu memberikan hukuman pada anak di mana hukuman tersebut merupakan alternatif terakhir. Apabila anak tersebut sudah diberi teguran, nasehat, dan peringatan, namun anak tidak mengindahkan, maka hukuman baru boleh diberikan. Menghukum anak karena lantaran kesalahan yang diperbuat, itu adalah suatu yang wajar, di mana orangtua memiliki tujuan untuk mendisiplinkan anak dan mengubah perilaku yang buruk dan menyimpang dari anak tersebut.

Kata kunci: kedisiplinan, imbalan dan hukuman

----------

Bagi anda yang ingin mengunduh atau download soft copy (file) jurnal ataupun memesan jurnal (cetak) silahkan hubungi kontak kami. Bagi anda yang berminat agar artikel, karya ilmiah, atau PTK dimuat di jurnal kami, silahkan klik tautan berikut.

Klik ikon pada bagian pojok kanan atas file pdf untuk membuka tampilan penuh (fullscreen).

Bagikan

Previous
Next Post »